22.20
Sekarang jam 22.20 WIB
Di jam yang sama, detik yang sama,
tiap orang punya pengalaman yang beda.
Di jam 22.20, ada pasangan bahagia yang menyambut anaknya.
Pun di Bumi belahan lain, ada suami yang kehilangan istri setelah melahirkan.
Di jam 22.20, ada perempuan usia 27 yang super bahagia karena di-notice crush-nya.
Pun di Bumi belahan lain, ada laki-laki usia 33 yang baru menutup laptop setelah membuka ratusan portal kerja.
Lucu yah. Manusia hidup di jam yang sama, tapi 'musim' yang berbeda.
Ada yang baru datang, tapi juga ada yang kehilangan.
Ada yang mencapai kesuksesan, tapi ada juga yang merasa stagnan.
Ketika sedih yang dominan, manusia bilang,
"waktu sih jahat! Ketinggalan deh kita!"Iya, melihat manusia lain bergerak, tanpa sadar merasa dirinya diam di tempat.
Tau gak kenapa manusia merasa dirinya diam di tempat?
Karena terlalu lama menunggu.
Menunggu pencapaian besar datang untuk bisa menghargai tiap langkah kecilnya.
Dikaruniai anak, menikah dan langsung punya rumah, gaji double digit, atau?
Nunggu hal-hal indah lain
di timeline social media mampir?
Manusia gak akan pernah tau kejutan apa yang akan dikasih sama Dia Maha Pemberi Surprise.
Gak semua harus sesuai timeline kita. Jadikan waktu menunggu sebagai momen untuk ambil sela, bukan maksa Dia dan jadi kehilangan hal-hal bahagia yang sederhana.
Misalnya, tetep bersyukur dengan kacamata kendor yang dipakai sekarang.
Karena dengan kacamata itu, kamu tetap keliatan cantik tanpa perlu operasi plastik.
nindy soeraatmadja